Tampilkan postingan dengan label yarn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yarn. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2023

Benang Rami

Benang ini dibeli di tobucil waktu bulan Januari 2009. Teksturnya agak kasar, dan menurut yang jual cocok untuk tas atau dompet, sedangkan untuk syal atau baju tidak disarankan.

Minggu, 12 Agustus 2012

Benang Bulky


Dalam bentuk gulungan, benang ini terlihat sangat menarik karena kombinasi warna semburnya, dan selain itu diameter benangnya yang berganti-ganti antara tebal dan tipis membuat benang ini menjadi tantangan tersendiri untuk dirajut. Kesulitan yang ditemui antara lain menemukan jarum rajut yang ukurannya sesuai untuk benang ini, serta konsistensi tegangan tangan saat merajut, karena diameter benang yang berganti-ganti antara tebal dan tipis. Setelah dirajut, hasilnya adalah rajutan yang lucu, tebal dan menghangatkan.

Benang Wool Korea Rasa Handuk

 
Benang wool ini di tokonya (toko Crayon), bersama-sama dengan benang-benang jenis lain yang kemasannya sama, disebut Benang Korea. Kalau di tempat lain, dikenal sebagai benang chenille (chenille = bahasa Prancis untuk ulat bulu). Yang unik dari benang ini adalah teksturnya seperti handuk, jadi sangat cocok untuk dibuat handuk-handuk mini (facecloth) atau waslap (bath mitt). Dikerjakan dengan jarum hakken no. 7/0 atau 8/0. Ketika mengerjakan benang ini harus sangat teliti, karena tekstur benangnya membuat lubang-lubang setiknya tidak kelihatan. Ini membuat ketika barang yang kita rajut sudah selesai, hasilnya adalah barang dengan tekstur yang sangat halus. Karena lubang rajutan yang tidak kelihatan ini lah maka benang ini kurang cocok bagi perajut pemula, namun sebuah tantangan yang mengasyikkan bagi mereka yang senang bereksperimen.

Benang Denim

Benang Denim merk Sirdar ini merupakan benang impor, dan harganya cukup menguras kantong. Karena disebut "denim", awalnya saya mengira benang ini berat dan kaku seperti celana denim alias celana jeans. Ternyata tidak seberat dan sekaku yang saya bayangkan, memang benangnya cukup tebal, namun enak untuk dibuat syal atau pakaian lainnya. Sayangnya, pilihan warnanya terbatas pada biru, putih, atau sembur antara biru dan putih.

Benang Keriting Lokal

Benang Keriting Lokal ini cukup murah meriah untuk membuat suatu kreasi yang agak berbeda dari biasanya. Dulu bisa ditemukan di toko Aneka Jl. ABC Bandung atau toko Sumber Bola Jl. Jopankar, namun sekarang tersedia juga di tobucil. Benang ini kurang cocok kalau untuk merajut (hakken) pola-pola dengan setik yang rumit, tapi cocok untuk setik sederhana seperti rantai, sc dan dc. Pengerjaan benang ini juga cukup menantang, terutama saat mencari lubang-lubang untuk menyangkutkan setik terkadang sulit dikenali, karena tekstur benang yang sedemikian keriting.
Setelah dicoba dihakken, ternyata benang keriting sembur yang dibeli di tobucil ini agak tipis, jadi waktu dikerjakan untuk membuat syal harus didobel dengan benang wool lokal supaya karyanya jadi lebih kokoh. Paduan kedua benang ini pada akhirnya menghasilkan kreasi rajutan yang menggemaskan!

Benang Felting

Benang felting (lokal) yang ada di foto ini dibeli di CraftandMe. Awalnya dibeli untuk coba-coba proses felting, tapi ternyata benangnya sudah cukup "berbulu", sehingga tidak perlu difelting lagi. Benang dengan jenis yang sama bisa juga dibeli di Tobucil, kodenya PDB.
Waktu awal-awal, tadinya dikira benang ini bakalan susah dihakken karena kaku, kasar, tebal dan berbulu, tapi ternyata tidak sesulit yang dibayangkan, dan benangnya cukup lembut sehingga tidak bikin gatal.

Benang PDK Tobucil


Sama seperti benang PDB, benang PDK ini juga berbulu, hanya diameter benangnya lebih kecil dibandingkan benang PDB (kira-kira besarnya sama dengan wool lokal, hanya lebih berbulu). Benang ini bisa juga digunakan untuk kristik, untuk menimbulkan kesan sulaman yang fluffy/berbulu.

Benang Nilon, "Acrylic" yang Bukan Acrylic

Benang sembur ini kalau di toko Crayon judulnya benang acrylic, padahal setahu saya yang namanya benang wol acrylic itu justru benang wool lokal yang kita kenal selama ini. Yang saya tahu, benang seperti ini di toko lain namanya benang nylon, dan kadang-kadang dijual dalam bentuk cone.
Benang nylon ini cocok untuk dibuat tas karena benangnya kuat (dan bisa menahan beban agak banyak), namun benangnya agak seret. Karena itulah maka saat kita merajut dengan benang ini perlu extra tenaga agar benangnya bisa terajut dengan rapi.

Acrylic Yarn / Wool Lokal

Inilah benang "wool lokal" yang selama ini kita kenal! Terdiri dari 88% cotton dan 12% acrylic, benang ini adalah benang paling murah dan paling mudah yang dapat kita temukan di sebagian besar toko-toko kerajinan di Indonesia (terutama di pasar tradisional). Warnanya pun beraneka ragam, membuat benang ini sangat ideal untuk membuat kreasi rajutan yang berwarna-warni, serta kristik berukuran besar. Sayangnya, benang ini tidak terlalu halus, sehingga untuk beberapa orang mungkin berkesan "gatal". Bagi mereka yang senang bereksperimen dengan rajut-merajut namun memiliki budget pas-pasan, benang ini sangat ideal.